Semua cerita Fiksi non
Fiksi sengaja diceritakan sedemikian rupa untuk menghibur khususnya untuk
kepentingan pribadi saya.
Part1
Satu persatu virus perlahan di buang agar keadaan menjadi lebih baik.Melawan dingin dengan panasnya mata yang menyaksikan butiran cahaya tak tertangkap disudut malam,berjalan di tepi taman itu mampu temui jiwa yang indah layaknya bunga yang mekar dan mewangi yang terus hidup.
Ialah tukang kebun yang membagi hidupnya untuk merawat dan memupuk semua bunga untuk sebuah karya seni yang hidup dan beri kenikmatan bagi yang melihat, dengan kuas kecil dan pupuk yang ia pegang di tangan kirinya menambah kecitaannya untuk terus merawat tumbuhan itu.Berada di tengah taman,berbaur dengan aroma mawar dan anggrek juga bunga yang lain memberi udara sejuk yang mungkin tak kan ada di tempat seperti itu selain taman bunga. Bergerak maju dan mundur diatas alunan kursi ayunan yang berayun terlihat seorang gadis yang sengaja mengayunkan kaki nya dan menatap kosong ke arah bunga yang ada di depannya, dengan gerak bibir yang simetris memberi senyum menatap bunga yang memberi warna indah di balik matanya yang sayu. Menepis jauh sebuah pemikiran yang menepi pada jiwa yang memujur kaku tak terarah tanpa sebab yang jelas.
Ayunan berhenti mendayun, diangkat badannya dengan perlahan untuk berdiri dan melangkahkan kaki berjalan menghampiri tukang kebun lalu bertanya "akankah kau mau memberi satu tangkai bunga mawar untuk ku ?" tanya nya.
Tukang kebun yang saat itu masih dengan peralatan yang ada di tangannya dan fokus dengan pupuk yang ia tanamkan pada tanah yang di gembur untuk mencampurkan adonan pupuk nya, mengalihkan pandangan nya ke samping melihat gadis yang menyapanya dengan tersenyum seketika sang gadis lontarkan pertanyaan manis itu. Namun seketika tukang kebun itu menjawab "haruskah kau meminta sebuah mawar bila taman ini tlah hadirkan bahagia yang kau cari", bola mata yang coklat itu menatap tukang kebun tanpa berkedip dan gadis itu menjawab "indah itu ketika aku juga mampu memupuk dan merawat bunga ini untuk melihatnya tumbuh indah seiring musim ke musim yang terus berganti".
Mendengar perkataan itu, mata yang tadinya tak berkedip sedikitpun mulai memejamkan matanya dan menjadi tenang setenang tempat yang di memberinya kenyamanan dari penatnya sebuah kisah yang ia pendam tanpa membagi ke siapapun, lalu membuka mata, berkata pada pria itu "damai karna indah" :)
Ketulusan tukang kebun buat menjadikan taman yang tadinya hanya laman kosong berubah menjadi taman yang mampu beri warna di setiap sudut yang tertanam bunga.Menuntun dari tahap ke tahap pertumbuhan bunga yang di rawat buat dia tau bahwasan nya hidup pada kisah yang di diharapkan indah seindah taman itu membutuhkan sebuah rasa yang dipupuk dengan kesabaran dan ketelatenan.
"Ulurkan tanganmu",dengan mata yang mulai perlahan terbuka dan sedikit wajah yang datar di hadapan pria itu, Setangkai bunga mawar putih yang beraroma khas hadir di hadapan wajah manis gadis yang masih berdiam diri di dekatnya. Lalu tukang kebun berkata "ini satu dari sekian banyak bunga yang ada di taman, pertama dan satu yang beri ku bunga seindah hatimu" ujar dia dengan senyum manis yang di balas lansung oleh si gadis itu.
Part1
Satu persatu virus perlahan di buang agar keadaan menjadi lebih baik.Melawan dingin dengan panasnya mata yang menyaksikan butiran cahaya tak tertangkap disudut malam,berjalan di tepi taman itu mampu temui jiwa yang indah layaknya bunga yang mekar dan mewangi yang terus hidup.
Ialah tukang kebun yang membagi hidupnya untuk merawat dan memupuk semua bunga untuk sebuah karya seni yang hidup dan beri kenikmatan bagi yang melihat, dengan kuas kecil dan pupuk yang ia pegang di tangan kirinya menambah kecitaannya untuk terus merawat tumbuhan itu.Berada di tengah taman,berbaur dengan aroma mawar dan anggrek juga bunga yang lain memberi udara sejuk yang mungkin tak kan ada di tempat seperti itu selain taman bunga. Bergerak maju dan mundur diatas alunan kursi ayunan yang berayun terlihat seorang gadis yang sengaja mengayunkan kaki nya dan menatap kosong ke arah bunga yang ada di depannya, dengan gerak bibir yang simetris memberi senyum menatap bunga yang memberi warna indah di balik matanya yang sayu. Menepis jauh sebuah pemikiran yang menepi pada jiwa yang memujur kaku tak terarah tanpa sebab yang jelas.
Ayunan berhenti mendayun, diangkat badannya dengan perlahan untuk berdiri dan melangkahkan kaki berjalan menghampiri tukang kebun lalu bertanya "akankah kau mau memberi satu tangkai bunga mawar untuk ku ?" tanya nya.
Tukang kebun yang saat itu masih dengan peralatan yang ada di tangannya dan fokus dengan pupuk yang ia tanamkan pada tanah yang di gembur untuk mencampurkan adonan pupuk nya, mengalihkan pandangan nya ke samping melihat gadis yang menyapanya dengan tersenyum seketika sang gadis lontarkan pertanyaan manis itu. Namun seketika tukang kebun itu menjawab "haruskah kau meminta sebuah mawar bila taman ini tlah hadirkan bahagia yang kau cari", bola mata yang coklat itu menatap tukang kebun tanpa berkedip dan gadis itu menjawab "indah itu ketika aku juga mampu memupuk dan merawat bunga ini untuk melihatnya tumbuh indah seiring musim ke musim yang terus berganti".
Mendengar perkataan itu, mata yang tadinya tak berkedip sedikitpun mulai memejamkan matanya dan menjadi tenang setenang tempat yang di memberinya kenyamanan dari penatnya sebuah kisah yang ia pendam tanpa membagi ke siapapun, lalu membuka mata, berkata pada pria itu "damai karna indah" :)
Ketulusan tukang kebun buat menjadikan taman yang tadinya hanya laman kosong berubah menjadi taman yang mampu beri warna di setiap sudut yang tertanam bunga.Menuntun dari tahap ke tahap pertumbuhan bunga yang di rawat buat dia tau bahwasan nya hidup pada kisah yang di diharapkan indah seindah taman itu membutuhkan sebuah rasa yang dipupuk dengan kesabaran dan ketelatenan.
"Ulurkan tanganmu",dengan mata yang mulai perlahan terbuka dan sedikit wajah yang datar di hadapan pria itu, Setangkai bunga mawar putih yang beraroma khas hadir di hadapan wajah manis gadis yang masih berdiam diri di dekatnya. Lalu tukang kebun berkata "ini satu dari sekian banyak bunga yang ada di taman, pertama dan satu yang beri ku bunga seindah hatimu" ujar dia dengan senyum manis yang di balas lansung oleh si gadis itu.


0 komentar:
Posting Komentar